<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kinthan&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://kinthan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kinthan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2009 01:32:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kinthan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kinthan&#039;s Blog</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kinthan.wordpress.com/osd.xml" title="Kinthan&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kinthan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Welcome to jogja</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/09/02/welcome-to-jogja/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/09/02/welcome-to-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 01:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta, Jogja, Jogjakarta, atau Yogya? Banyak orang menyebut Yogyakarta dengan nama berbeda-beda. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Yogja atau Yojo. Disebut Jogja dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Belakangan muncul sebutan baru, yaitu Djokdja. Sekilas memang membingungkan, namun menunjuk pada daerah yang sama. Lalu, bagaimana bisa kisahnya sampai nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=36&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span>Yogyakarta, Jogja, Jogjakarta, atau Yogya?</span></h2>
<p><span><img class="aligncenter size-full wp-image-37" title="peta" src="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/09/peta.jpg" alt="peta" width="910" height="882" />Banyak orang menyebut Yogyakarta dengan nama berbeda-beda. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Yogja atau Yojo. Disebut Jogja dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Belakangan muncul sebutan baru, yaitu Djokdja. Sekilas memang membingungkan, namun menunjuk pada daerah yang sama. Lalu, bagaimana bisa kisahnya sampai nama kota ini bisa begitu bervariasi?</span></p>
<p><span>Paling tidak, ada 3 perkembangan yang bisa diuraikan. Nama Ngayogyakarta dipastikan muncul tahun 1755, ketika Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton yang berdiri di Alas Bering itu merupakan wujud Perjanjian Giyanti yang dilakukan dengan Pakubuwono III dari Surakarta.</span></p>
<p><span>Tak jelas kapan mulai muncul penamaan Yogyakarta, apakah muncul karena pemenggalan dari nama Ngayogyakarta atau sebab lain. Namun, nama Yogyakarta secara resmi telah dipakai sejak awal kemerdekaan Indonesia. Ketika menjadi ibukota Indonesia pada tahun 1949, kota yang juga bergelar kota pelajar ini sudah disebut Yogyakarta. Sri sultan Hamengku Buwono IX juga menggunakan nama Yogyakarta ketika mengumumkan bahwa kerajaan ini merupakan bagian dari Republik Indonesia.</span></p>
<p><span>Berbagai penamaan muncul kemudian, seperti Yogja, Jogja, Jogya dan Yogya. Bisa dikatakan bahwa variasi nama itu muncul akibat pelafalan yang berbeda-beda antar orang dari berbagai daerah di Indonesia. Uniknya, hampir semua orang bisa memahami tempat yang ditunjuk meski cara pengucapannya berbeda.</span></p>
<p><span>Karena kepentingan bisnis, nama Jogja kemudian menguat dan digunakan dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Slogan tersebut dibuat untuk membangun citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang kaya akan pesona alam dan budaya. Alasan dipilih &#8216;Jogja&#8217; adalah karena (diasumsikan) lebih mudah dilafalkan oleh banyak orang, termasuk para wisatawan asing. Sempat pula berbagai institusi mengganti Yogyakarta dengan Jogjakarta.</span></p>
<p><span>YogYES.COM memakai nama Djokdja dalam rubrik Tour de Djokdja. Nama itu bukanlah rekayasa, melainkan pernah digunakan pada masa kolonial Belanda. Terbukti, saat itu terdapat sebuah hotel yang bernama Grand Hotel de Djokdja di ujung utara jalan Malioboro. Kini, hotel itu masih tetap berdiri namun berganti nama menjadi Inna Garuda. Nama &#8216;Djokdja&#8217; dipilih untuk memberi kesan kuno dan mengajak para pembaca bernostaligia.</span></p>
<p><span>Dengan berbagai lafal dan cara penulisannya, bisa dikatakan Yogyakarta merupakan daerah yang paling banyak memiliki variasi nama. Jakarta hanya memiliki satu (Jayakarta), sementara Bali tidak memilikinya sama sekali. Kota wisata lain di dunia seperti Bangkok, Singapura, Cartagena, Venesia bahkan tak terdengar memiliki nama-nama variasi. Kota-kota metropolitan seperti New York, Los Angeles, dan London juga tidak mempunyai.</span></p>
<p><span>Kini anda tak perlu bingung lagi jika kebetulan ada orang yang menuliskan kota Yogyakarta seperti caranya melafalkan. Jika mencari tahu tentang seluk beluk kota ini di internet, nama Yogyakarta merupakan yang paling tepat sebab merupakan nama yang paling umum digunakan dalam bahasa tulisan. Alternatif lainnya, anda bisa menggunakan nama Jogja, nama kedua yang paling sering digunakan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=36&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/09/02/welcome-to-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/09/peta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkenalan</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/09/02/perkenalan/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/09/02/perkenalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 01:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[hai temand-temand &#8230;&#8230; Saya membuat blog ini karena tugas dari guru saya &#8220;Pak s0n&#8221; &#8230;&#8230; Maka jika ada suatu kekurangan ,,,, harap dimaklumi n dilarang protes &#8230;.. hehehe Saya mengambil semua data dan informasi tentang jogja ini dari www.google.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=28&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-32" title="inthan" src="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/09/inthan3.jpg" alt="inthan" width="50" height="50" />hai temand-temand &#8230;&#8230;</p>
<p>Saya membuat blog ini karena tugas dari guru saya &#8220;Pak s0n&#8221; &#8230;&#8230;</p>
<p>Maka jika ada suatu kekurangan ,,,, harap dimaklumi n dilarang protes &#8230;..</p>
<p>hehehe</p>
<p>Saya mengambil semua data dan informasi tentang jogja ini dari www.google.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=28&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/09/02/perkenalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/09/inthan3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inthan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi Misi jogja</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/31/visi-misi-jogja/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/31/visi-misi-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 00:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Dasar filosofi pembangunan daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Hakekat budaya adalah hasil cipta, karsa dan rasa, yang diyakini masyarakat sebagai sesuatu yang benar dan indah. Demikian pula budaya daerah di DIY, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=13&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;">Dasar filosofi pembangunan daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Hakekat budaya adalah hasil cipta, karsa dan rasa, yang diyakini masyarakat sebagai sesuatu yang benar dan indah. Demikian pula budaya daerah di DIY, yang diyakini oleh masyarakat sebagai salah satu acuhan dalam hidup bermasyarakat, baik ke dalam (Intern) maupun ke luar (Extern). Secara filosofis, budaya Jawa khususnya Budaya DIY dapat digunakan sebagai sarana untuk Hamemayu Hayuning Bawana. Ini berarti bahwa Budaya tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat ayom ayem tata, titi, tentrem karta raharja. Dengan perkataan lain, budaya tersebut akan bermuara pada kehidupan masyarakat yang penuh dengan kedamaian, baik ke dalam maupun ke luar.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Perjuangan untuk mensejahterakan masyarakat telah diupayakan dan dilaksanakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan diteruskan oleh pengganti beliau, tetap dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana, yang artinya Kewajiban melindungi, memelihara, serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat dari pada memenuhi ambisi pribadi. Dunia yang dimaksud inipun mencakup seluruh peri kehidupan dalam sekala kecil, yaitu Keluarga ataupun masyarakat dan lingkungan hidupnya, dengan mengutamakan Dharma Bhakti untuk kehidupan orang banyak, tidak mementingkan diri sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p><strong>VISI PEMBANGUNAN DAERAH</strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Bertitik tolak dari kondisi dan potensi diatas, maka visi pembangunan daerah adalah sebagai berikit :</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Terwujudnya pembangunan Regional sebagai wahana menuju pada kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2020 sebagai pusat pendidikan, budaya dan Daerah tujuan wisata terkemuka, dalam lingkung-an masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera lahir batin didukung oleh nilai-nilai kejuangan dan pemerintah yang bersih dalam pemerintahan yang baik dengan mengembangkan Ketahanan Sosial Budaya dan sumberdaya berkelanjutan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Kondisi yang secara bertahap ingin dicapai dengan ditetapkannya visi tersebut, antara lain :</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Terbentuk citra Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah pengem-bangan sosiokultural dan sosioekonomi yang dinamis dan inovatif, berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi maju serta moral masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa..</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Tersedianya lapangan kerja yang memberikan penghasilan yang cukup bagi masyarakat secara adil dan merata .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Terciptanya tingkat kesehatan dan gizi masyarakat yang cukup baik, sehingga sumber daya manusia yang maju, mandiri dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat, sehingga dapat diandalkan dalam persaingan global.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Terciptanya kondisi yang kondusif bagi partisipasi masyarakat secara luas dalam pembangunan daerah yang bertumpu pada tata nilai budaya serta sumberdaya yang berkelanjutan, dengan mengembangkan kerukunan hidup antar komponen masyarakat, baik antara agama, suku dan budaya .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Terciptanya masyarakat yang menghormati dan menegakkan Hak Azasi Manusia (HAM) dalam segala aspek kehidupan .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Terlaksananya pelayanan pemerintah yang handal, effisien dan transparan didalam suasana kehidupan yang aman dan tentram dalam kerangka otonomi daerah.</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;"><strong><span style="font-size:10pt;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;">MISI PEMBANGUNAN DAERAH </span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;"><br />
Berdasarkan visi pembangunan serta kondisi daerah yang diharapkan akan terbentuk secara bertahap tersebut diatas, maka ditetapkan misi pem-bangunan daerah, sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pusat Pendidikan Terkemuka di Indonesia yang didukung oleh masyarakat yang berilmu pe-ngetahuan dan teknologi (IPTEK) tinggi .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan Terkemuka di Indonesia dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat seba-gai Pusat Budaya, dan bertaqwa (IMTAQ), serta mampu memilih dan me-nyerap Budaya Modern yang positif dan tetap melestarikan Budaya Daerah .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah otonom yang maju dan didukung oleh aparatur yang terpercaya, professional, trans-paran dan akuntabel, menuju penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, demokratis dan berlandaskan pada supremasi hukum dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah pembangunan yang terpadu, komplementatif dan sinergi antar Wilayah dan antar sektor yang efisien dan efektif serta didukung pelibatan secara langsung dan aktif peran masyarakat dalam pembangunan daerah, melalui ketahanan social budaya dan ketahanan sumberdaya, yang berwawasan lingkungan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata MICE (Meeting Incentive, Conference and exibition) utama di Indonesia dan sekaligus mengembalikan posisi DIY sebagai Daerah Tujuan Wisata kedua setelah Bali, yang didukung posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai simpul strategis dan penting dalam perhubungan dan komunikasi di Pulau Jawa .</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Wilayah pengembangan Industri sedang dan kecil non polutan serta industri rumah tangga modern yang didukung oleh pengembangan teknologi tepat guna dan sepadan seni daerah dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata daerah dan permintaan pasar global.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah pengembangan pertanian dalam arti luas (Pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) yang didukung oleh berkembangnya perekonomian rakyat yang berkualitas dalam rangka memenuhi tuntutan pasar local, regional dan global dengan produk Agrobisnis dan Agroindustri yang kompetitif. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=13&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/31/visi-misi-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Candi</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/wisata-candi-2/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/wisata-candi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 00:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata candi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Candi Borobudur Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Terletak di sebelah barat laut kota Yogyakarta, sejauh kurang lebih 42 kilometer. Dibangun pada abad VIII, merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerbat dan rakyat Wangsa Cailendra yang berkuasa pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=22&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><a href="http://jogja.com/tourism/info/?bW0vVFovSVJZOFdiLw%3D%3D=">Candi Borobudur</a></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-24" title="borobudur-toancanh" src="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/08/borobudur-toancanh1.jpg" alt="borobudur-toancanh" width="419" height="232" /></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Terletak di sebelah barat laut kota Yogyakarta, sejauh kurang lebih 42 kilometer. Dibangun pada abad VIII, merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerbat dan rakyat Wangsa Cailendra yang berkuasa pada masa itu. Candi itu benar-benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra, yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Gautama dan menjelaskan ajaran-ajaran melaui relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=22&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/wisata-candi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/08/borobudur-toancanh1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">borobudur-toancanh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Candi</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/wisata-candi/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/wisata-candi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 00:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata candi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Candi Prambanan Merupakan peninggalan Hindu terbesar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, terletak lebihkuang 17 kilometer di sebelah Timur kota Yogyakarta. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke arah Timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=16&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://jogja.com/tourism/info/?Tm0vVFovSVJZOFdiLw%3D%3D=">Candi Prambanan</a></span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-17" title="prambanan" src="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/08/prambanan.jpg" alt="prambanan" width="700" height="477" /> Merupakan peninggalan Hindu terbesar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, terletak lebihkuang 17 kilometer di sebelah Timur kota Yogyakarta. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke arah Timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=16&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/wisata-candi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kinthan.files.wordpress.com/2009/08/prambanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">prambanan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah jogja</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/sejarah-jogja/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/sejarah-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 00:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Berdirinya Kota Yogyakarta berawal dari adanya Perjanjian Gianti pada Tanggal 13 Februari 1755 yang ditandatangani Kompeni Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel. Isi Perjanjian Gianti : Negara Mataram dibagi dua : Setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi. Dalam perjanjian itu pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=10&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;">Berdirinya Kota Yogyakarta berawal dari adanya Perjanjian Gianti pada Tanggal 13 Februari 1755 yang ditandatangani Kompeni Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel. Isi Perjanjian Gianti : Negara Mataram dibagi dua : Setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi. Dalam perjanjian itu pula Pengeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Adapun daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya adalah Mataram (Yogyakarta), Pojong, Sukowati, Bagelen, Kedu, Bumigede dan ditambah daerah mancanegara yaitu; Madiun, Magetan, Cirebon, Separuh Pacitan, Kartosuro, Kalangbret, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Ngawen, Sela, Kuwu, Wonosari, Grobogan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Setelah selesai Perjanjian Pembagian Daerah itu, Pengeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta). Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Tempat yang dipilih menjadi ibukota dan pusat pemerintahan ini ialah Hutan yang disebut Beringin, dimana telah ada sebuah desa kecil bernama Pachetokan, sedang disana terdapat suatu pesanggrahan dinamai Garjitowati, yang dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II dulu dan namanya kemudian diubah menjadi Ayodya. Setelah penetapan tersebut diatas diumumkan, Sultan Hamengku Buwono segera memerintahkan kepada rakyat membabad hutan tadi untuk didirikan Kraton.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Sebelum Kraton itu jadi, Sultan Hamengku Buwono I berkenan menempati pasanggrahan Ambarketawang daerah Gamping, yang tengah dikerjakan juga. Menempatinya pesanggrahan tersebut resminya pada tanggal 9 Oktober 1755. Dari tempat inilah beliau selalu mengawasi dan mengatur pembangunan kraton yang sedang dikerjakan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Setahun kemudian Sultan Hamengku Buwono I berkenan memasuki Istana Baru sebagai peresmiannya. Dengan demikian berdirilah Kota Yogyakarta atau dengan nama utuhnya ialah Negari Ngayogyakarta Hadiningrat. Pesanggrahan Ambarketawang ditinggalkan oleh Sultan Hamengku Buwono untuk berpindah menetap di Kraton yang baru. Peresmian mana terjadi Tanggal 7 Oktober 1756</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Kota Yogyakarta dibangun pada tahun 1755, bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di Hutan Beringin, suatu kawasan diantara sungai Winongo dan sungai Code dimana lokasi tersebut nampak strategi menurut segi pertahanan keamanan pada waktu itu<br />
Sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menerima piagam pengangkatan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi DIY dari Presiden RI, selanjutnya pada tanggal 5 September 1945 beliau mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah Kesultanan dan daerah Pakualaman merupakan Daerah Istimewa yang menjadi bagian dari Republik Indonesia menurut pasal 18 UUD 1945. Dan pada tanggal 30 Oktober 1945, beliau mengeluarkan amanat kedua yang menyatakan bahwa pelaksanaan Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII bersama-sama Badan Pekerja Komite Nasional</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Meskipun Kota Yogyakarta baik yang menjadi bagian dari Kesultanan maupun yang menjadi bagian dari Pakualaman telah dapat membentuk suatu DPR Kota dan Dewan Pemerintahan Kota yang dipimpin oleh kedua Bupati Kota Kasultanan dan Pakualaman, tetapi Kota Yogyakarta belum menjadi Kota Praja atau Kota Otonom, sebab kekuasaan otonomi yang meliputi berbagai bidang pemerintahan massih tetap berada di tangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Kota Yogyakarta yang meliputi daerah Kasultanan dan Pakualaman baru menjadi Kota Praja atau Kota Otonomi dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1947, dalam pasal I menyatakan bahwa Kabupaten Kota Yogyakarta yang meliputi wilayah Kasultanan dan Pakualaman serta beberapa daerah dari Kabupaten Bantul yang sekarang menjadi Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo ditetapkan sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Daerah tersebut dinamakan Haminte Kota Yogyakaarta.<br />
Untuk melaksanakan otonomi tersebut Walikota pertama yang dijabat oleh Ir.Moh Enoh mengalami kesulitan karena wilayah tersebut masih merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan statusnya belum dilepas. Hal itu semakin nyata dengan adanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Tingkat I dan Kotapraja Yogyakarta sebagai Tingkat II yang menjadi bagian Daerah Istimewa Yogyakarta.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Selanjutnya Walikota kedua dijabat oleh Mr.Soedarisman Poerwokusumo yang kedudukannya juga sebagai Badan Pemerintah Harian serta merangkap menjadi Pimpinan Legislatif yang pada waktu itu bernama DPR-GR dengan anggota 25 orang. DPRD Kota Yogyakarta baru dibentuk pada tanggal 5 Mei 1958 dengan anggota 20 orang sebagai hasil Pemilu 1955.<br />
Dengan kembali ke UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957 diganti dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, tugas Kepala Daerah dan DPRD dipisahkan dan dibentuk Wakil Kepala Daerah dan badan Pemerintah Harian serta sebutan Kota Praja diganti Kotamadya Yogyakarta.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Atas dasar Tap MPRS Nomor XXI/MPRS/1966 dikeluarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah. Berdasarkan Undang-undang tersebut, DIY merupakan Propinsi dan juga Daerah Tingkat I yang dipimpin oleh Kepala Daerah dengan sebutan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta dan Wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak terikat oleh ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengankatan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah lainnya, khususnya bagi beliiau Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Sedangkan Kotamadya Yogyakarta merupakan daerah Tingkat II yang dipimpin oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II dimana terikat oleh ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengangkatan bagi kepala Daerah Tingkat II seperti yang lain.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Seiring dengan bergulirnya era reformasi, tuntutan untuk menyelenggarakan pemerintahan di daerah secara otonom semakin mengemuka, maka keluarlah Undang-undang No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur kewenangan Daerah menyelenggarakan otonomi daerah secara luas,nyata dan bertanggung jawab. Sesuai UU ini maka sebutan untuk Kotamadya Dati II Yogyakarta diubah menjadi Kota Yogyakarta sedangkan untuk pemerintahannya disebut denan Pemerintahan Kota Yogyakarta dengan Walikota Yogyakarta sebagai Kepala Daerahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=10&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/sejarah-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang jogja</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/tentang-jogja/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/tentang-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 00:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[BAHASA Sejak Jogja menjadi lebih heterogen, masyarakat rata-rata menggunakan Bahasa Indonesia berkomunikasi. Bahasa Jawa hanya digunakan masyarakat Jawa ketika mereka berkomunikasi dengan sesama orang Jawa. Jika Anda tertarik untuk mempelajari Bahasa Indonesia atau Jawa, Anda dapat mengunjungi berbagai tempat pelatihan yang ada di Jogja. Orang Jogja Tidak sulit untuk bergaul dengan orang Jogja, mereka rata-rata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=7&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:16pt;">BAHASA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sejak Jogja menjadi lebih heterogen, masyarakat rata-rata menggunakan Bahasa Indonesia berkomunikasi. Bahasa Jawa hanya digunakan masyarakat Jawa ketika mereka berkomunikasi dengan sesama orang Jawa.</p>
<p>Jika Anda tertarik untuk mempelajari Bahasa Indonesia atau Jawa, Anda dapat mengunjungi berbagai tempat pelatihan yang ada di Jogja.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;color:blue;">Orang Jogja</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Tidak sulit untuk bergaul dengan orang Jogja, mereka rata-rata bersahabat, terbuka, dan toleran. Berjabat tanganlah dengan tangan kanan terlebih dahulu, karena itu adalah merupakan kebiasaan sebelum berkenalan. Jika orang Jogja bertemu dengan kenalan baru mereka akan memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama mereka. Orang Jawa biasanya menjabat tangan dan bertanya “Apa kabarmu?” sebelum menajutkan percakapan.</p>
<p>Meski orang Jogja sangat terbuka dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap orang non-Jawa termasuk orang asing, namun secara umum orang Jogja menyukai dan menghargai Kesopanan. Contoh, mereka menghargai orang yang dalam berbicara perlahan-lahan , sambil tersenyum, serta penuh kesopanan. Mereka juga selalu menanyakan sesuatu dengan diawali dengan: ‘bolehkah saya…’, ‘permisi saya mau…’ dan lain-lain.</p>
<p>Orang Jogja rata-rata masih bisa menerima jika ada orang asing yang berkelakuan tidak semestinya (seperti orang Jawa), tapi mereka tidak akan mentolerir jika yang melakukan tersebut adalah orang Jawa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;color:blue;">Pekerjaan dan Kepercayaan</span> </strong></p>
<p class="MsoNormal">Sekitar 40% masyarakat Jogja adalah petani dan 40% nya lagi bekerja di bidang perdagangan, servis, industri, dan lain-lain. Di Kota Jogja 98% penduduknya bekerja di sektor perdagangan dan jasa, khususnya di sektor wisata dan pendidikan.</p>
<p>Dikarenakan pengaruh sejarah Islam di Kerajaan Mataram yang panjang, hampir 93% penduduk Jogja memeluk agama Islam, sedangkan 6%nya Kristiani. Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia lahir dan sangat berpengaruh di Jogja.<span style="font-size:16pt;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=7&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/tentang-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Jogja</title>
		<link>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/kuliner-jogja/</link>
		<comments>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/kuliner-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 00:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kinthan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kinthan.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Kuliner Siapa yang tidak kenal Jogjakarta? Kota yang dipimpin oleh seorang Raja yang sekaligus sebagai Gubernur Yogyakarta ini memang lebih dikenal sebagai kota pelajar. Tentu hal ini karena begitu banyaknya jumlah sekolah dan Universitas yang tumbuh di Jogja. Selain itu, banyak pula orang-orang “besar” Indonesia yang pernah besar dan menimba ilmu di kota ini. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=4&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:16pt;">Kuliner</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:16pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Siapa yang tidak kenal Jogjakarta? Kota yang dipimpin oleh seorang Raja yang sekaligus sebagai Gubernur Yogyakarta ini memang lebih dikenal sebagai kota pelajar. Tentu hal ini karena begitu banyaknya jumlah sekolah dan Universitas yang tumbuh di Jogja. Selain itu, banyak pula orang-orang “besar” Indonesia yang pernah besar dan menimba ilmu di kota ini. Ada Amien Rais, Syafiie Maarif, Kuntowijoyo, Emha Ainun Nadjib, Rendra, Soeharto, Hidayat Nurwahid, bahkan SBY pun pernah bertugas di sini…</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jogja juga sering diidentikkan dengan kota budaya. Nuansa budaya sangat dihargai di sini. Tidak heran jika anda sesekali berjalan mengitari kota, anda akan merasakan kenyamanan dan sedikit demi sedikit akan mencium aroma budaya yang menempel di sudut-sidut kota, taman, dan bahkan para pejalan kakinya. Ini terlihat dengan begitu banyaknya pagelaran, teater, baca puisi, komnitas buku, sastra, dan banyak lagi…</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namun, ada satu lagi yang sebenarnya membuat Jogja sangat “khas”, yakni MAKANAN. Jogja adalah kota multicultural, maka tidak heran jenis kuliner juga sangat multi-ragam di sini. Mulai dari macam-macam soto dan bakso, sate, nasi padang, nasi uduk, ayam bakar taliwang, hingga masakan China, Jepang, semuanya ada di kota yang terbilang kecil ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kinthan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kinthan.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kinthan.wordpress.com&amp;blog=8775456&amp;post=4&amp;subd=kinthan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kinthan.wordpress.com/2009/08/12/kuliner-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8fe891b875b3ce46c9ac1f200b11f00a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kinthan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
